Lambang ASEAN dan Artinya

Tak cuma PBB, ASEAN menjadi salah satu organisasi populer di dunia. Sejak tahun 1967, 6 negara pendiri ASEAN telah mendeklarasikan keikutsertaannya. Indonesia sendiri masuk sebagai pendiri utama ASEAN pada saat itu. Pada awalnya, organisasi ini memilih nama PERBARA atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Perubahan nama terjadi pada tahun 1997 dari PERBARA menjadi ASEAN

Pemilihan nama PERBARA sendiri didasarkan pada lokasi keenam negara secara geografis. Seiring berjalannya waktu, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara memutuskan bergabung. Nama serta lambang PERBARA pun diubah menjadi ASEAN dengan 10 padi. Awalnya, lambang PERBARA hanya terdiri atas 6 padi terikat saja.

Padi sebagai Lambang Utama ASEAN

Padi sebagai Lambang Utama ASEAN

Pertambahan padi pada lambang ASEAN diasosiasikan dengan jumlah anggotanya saat ini. Seperti yang kita tahu, ASEAN terdiri atas 10 negara serumpun, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Laos, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Brunei Darussalam. Timor Leste menjadi negara terakhir yang memutuskan untuk bergabung ke dalamnya.

Mengapa ASEAN menjadikan padi sebagai lambang organisasi? Secara geografis, masyarakat di kawasan Asia Tenggara terbiasa mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Untuk menghasilkan beras, tentu padi jadi komoditas utama di berbagai negara serumpun ini. Karena alasan itu pula, para pendiri ASEAN memutuskan padi sebagai lambang utama organisasinya.

Selain komoditas utama yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari, padi juga punya makna lain. Terlebih padi-padi tersebut diikat di bagian tengah yang menandakan solidaritas dan hubungan kekeluargaan di antara anggotanya. Di samping itu, padi mewakili harapan para pendiri ASEAN ke depannya. Mereka berharap negara-negara Asia Tenggara selalu damai dan makmur.

Harapan tersebut tentu sejalan dengan padi yang selalu memberi manfaat dan kebaikan bagi banyak orang. Tanaman ini tak hanya memenuhi asupan pokok saja, tetapi kerap memberi pelajaran hidup. Di tahun-tahun mendatang, ASEAN optimis mampu menciptakan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Ini pulalah yang mempererat hubungan antar negara ASEAN untuk terus maju bersama.

Warna Merah dan Makna Dibaliknya

Warna Merah dan Makna Dibaliknya

Tak hanya dilambangkan oleh padi saja, logo ASEAN juga memanfaatkan beberapa warna. Satu diantaranya warna merah yang sangat dominan pada lingkaran. Warna merah sendiri melambangkan dinamis serta semangat dari seluruh anggotanya. Apapun yang tengah diperjuangkan akan menjadi tugas bersama untuk saling tolong-menolong.

Seluruh anggota akan bergerak bersama untuk saling bahu-membahu mencapai visi dan misi ke depannya. Tak ada yang tertinggal di belakang atau menjegal satu sama lain untuk mencapai tujuan ASEAN. Sejak awal berdiri, semangat ini pulalah yang selalu diterapkan oleh para kepala negara yang terhimpun di dalamnya.

Untuk lingkarannya sendiri, para pendiri ingin menonjolkan persatuan antara para anggota. Layaknya sebuah lingkaran yang tak terputus, tali persaudaraan dan solidaritas seluruh anggota akan tetap terjalin. Setiap masalah yang dihadapi akan dicari jalan keluarnya melalui musyawarah bersama, tak terkecuali pertikaian antara para anggota.

Cukup jelas bukan mengapa lingkaran ASEAN diberi warna merah? Sebab ada filosofi kuat dibalik pemilihan warna serta bentuk lingkaran tersebut. Para pendiri ASEAN tak mencomot bentuk serta warna tanpa pertimbangan sematang mungkin. Begitu pula halnya visi dan misi yang diterapkan oleh setiap negara dari anggota ASEAN.

Filosofi Warna Biru Pada Lambang ASEAN

Filosofi Warna Biru Pada Lambang ASEAN

Jika Anda perhatikan, lingkaran pada lambang ASEAN dikelilingi oleh warna biru. Pemilihan warna biru sama halnya dengan merah yang bersifat filosofis. Biru diasosiasikan dengan perdamaian yang tercipta di dunia, khususnya kawasan Asia Tenggara. Bukan hanya perdamaian saja, warna ini juga melambangkan stabilitas keamanan yang tetap terjaga.

Semua anggota punya peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut. Layaknya saudara serumpun, semuanya bisa menjadi pendukung satu sama lain saat terjadi pertikaian. Sudah sepatutnya negara-negara diantaranya menjadi penengah dalam mencari solusi permasalahan tersebut.

Anggota ASEAN tetap memupuk harapan-harapan yang tergambar dari lambang ASEAN. Masyarakat dari setiap negara anggota ASEAN pun selalu dihimbau untuk menjaga perdamaian dan keamanan. Stabilitas tetap jadi hal utama demi mempertahankan organisasi dan ikatan persahabatan tetap kuat diantara mereka. Apapun kendala yang dihadapi, setiap negara tetap butuh masyarakat untuk saling mendukung visi dan misi ASEAN tercapai.

Kesucian yang Diwakili Warna Putih

Lambang ASEAN dan Artinya

Lambang ASEAN tak hanya diisi oleh gambar padi, lingkaran, dan dua warna saja. Pada bagian pinggir lingkaran, ada warna putih yang membatasi antara merah dan biru. Meskipun warna putih tersebut seringkali diabaikan oleh orang-orang, namun ada makna yang tersirat dibaliknya. Secara harfiah, putih melambangkan kesucian atau kondisi bersih.

Tak ada noda yang harusnya mencemari hubungan antara seluruh negara anggota ASEAN. Kondisi tersebut rupanya berlaku dari dulu sampai sekarang. Seberat apapun persoalan yang dihadapi oleh anggota ASEAN, kesucian tetap jadi ujung tombak organisasi tersebut. Pendiri ASEAN berharap niat suci yang mereka tunjukkan bisa dilanjutkan pula oleh para kepala negara penerusnya.

Demi menjalin kerjasama yang aktif dan penuh integritas, ASEAN memasukkannya sebagai tujuan utama. Pelopor organisasi ini ternyata paham betapa beratnya mempertahankan kerjasama yang baik. Alasan ini melatarbelakangi mereka mengangkat filosofi pada setiap bagian-bagian dari lambang ASEAN. Makna tersebut rupanya bisa ditangkap jelas oleh para kepala negara sekarang ini.

Bahkan setiap negara saling menjalin kerjasama yang jujur untuk mencapai ketahanan militer, politik, serta ekonomi. Semua saling membantu satu sama lain, layaknya visi dan misi ASEAN di awal berdiri. Tak ada yang meragukan solidaritas antar negara ASEAN sampai saat ini. Walaupun terkadang ada perselisihan antar masalah, organisasi ini tetap bisa menyelesaikannya dengan baik.

Dominasi Warna Kuning Pada Lambang

Lambang ASEAN dan Artinya

Warna terakhir yang bisa Anda temukan pada lambang ASEAN adalah kuning. Kuning terlihat sangat menonjol dan mendominasi lambang organisasi tersebut. Pasalnya, warna ini menjadi dasar pewarnaan padi sebagai simbol utama organisasi. Jelas saja Anda akan lebih mudah mengingat warna kuning daripada warna-warna lain dalam lingkaran lambang tersebut.

Sama halnya dengan warna lain, kuning pun mewakili makna yang sangat mendalam dan cita-cita dari para pendirinya. Semua negara Asia Tenggara berharap perlambang kemakmuran ini bisa benar-benar terwujud. Kuning memang melambangkan kemakmuran yang jadi bagian tujuan dan visi ASEAN ke depan. Semua negara diharapkan memiliki ketahanan pangan yang baik di negaranya masing-masing.

Mereka tak harus bergantung pada negara lain untuk memasok kebutuhan pokok masyarakatnya. Ketahanan panganan ini pulalah yang memperkuat tiap negara saling bekerjasama. Indonesia misalnya, masih butuh importir beras untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. Lebih jauh, kemakmuran yang dilambangkan disini berpijak pada kemandirian tiap negara dalam mewujudkannya.

Setiap anggota seyogyanya bisa mengupayakan ketahanan pangan dan kemakmuran dengan sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya. Pemanfaatan berbagai sarana dan prasarana, serta fasilitas jadi modal utama dalam tercapainya kemakmuran. Tak salah kalau akhirnya negara-negara ASEAN saling berkompetisi sekaligus merangkul satu sama lain. Tujuan utama inilah yang harusnya dicapai sebagai landasan solidaritas dan persahabatan antar seluruh anggota ASEAN.

Leave a Reply