Landasan Teori : Pengertian, Contoh, Fungsi, Manfaat

Sebuah penulisan karya ilimiah, skripsi atau thesis untuk sebuah penelitian pasti mengenal istilah landasan teori. Salah satu bagian dalam penyusunan penulisan tersebut. Bagi yang belum pernah melakukan penulisan seperti ini harus memahami terlebih dulu apa itu landasan teori dan bagaimana cara membuat landasan teori tersebut.

Ibarat membangun sebuah rumah, landssan teoru merpakan sebuah pondasi bagi penulisan ilmiah untuk sebuah penelitian. Dengan adanya landasan teori, maka sebuah penulisan dapat terbentuk sempurna karena landasan teori adalah kerangka bagi tulisan tersebut. Untuk itu, sebelum menulis kita harus benar-benar paham cara membuat landasan teori.

Pengertian Landasan Teori

Pengertian Landasan Teori

Sebelum kita memahami dan mengerti cara membuat landasan teori, kita harus tahu lebih dulu apa itu landasan teori yang sebut-sebut ini. sebelum beranjak pada landasan teori, kita akan mengartikan sebuah teori.

Teori merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah penulisan ilmiah atau penelitian, dengan pengertiannya adalah sebuah definisi atau asumsi yang menjelaskan sebuah penelitian yang sedang dilakukan secara ilmiah dan sistematis.

Sedangkan, landasan teori adalah merupakan sebuah metode dalam membentuk, membuat dan menyusun sebuah data dari teori yang ada menjadi bentuk tulisan. Landasan teori adalah bagian dari penelitian tersebut yang bisa menjelaskan bagaimana teori-teori yang sudah terkumpul tadi bisa terjadi  atau dengan kata lain, landasan teori adalah kerangka dari sebuah teori untuk menyelesaikan sebuah penelitian yang akan disusun dalam sebuah penulisan.

Oleh karena itu, dengan cara membuat landasan teori yang baik dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan suatu kewajiban dan menjadi hal yang terpenting. Karena landasan teori dapat dijadikan landasan bagi penelitian itu sendiri. Dan yang perlu diketahui adalah landasan teori ini akan semakin mempermudah penulis dalam menyusun penulisan ilmiahnya berdasarkan dari penelitian yang dibuat.

Perlu dipahami juga, dasar yang ada pada landasan teori tersebut adalah sebuah ungkapan yang relevan dan berfungsi menjelaskan variable tersebut sehingga terbentuklah perumusan masalah dalam bentuk hipotesis..

Teknik Penyusunan Landasan Teori

Teknik Penyusunan Landasan Teori

Setelah mengetahui definisi dari landasan teori, maka Anda akan lebih mudah memulainya. Dengan mengetahui juga terlebih dulu bagaimana teknik menyusunnya dan cara membuat landasan teori tersebut.

Dalam landasan teori, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan terlebih dulu, yaitu nama penulis teorinya, tahun dan tempat pertamanya, definisi ilmiah dari teori tersebut, dan relevansinya pada teori tersebut.

Cara membuat landasan teori ini tidak sulit, teknik penyusunannya berdasarkan sumber data dan teori yang didapat. Poin-poin penting yang perlu diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut.

  • Dalam membuat kerangka teori lebih baik menggunakan acuan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti.
  • Cara penulisan tiap bab harus saling berhubungan satu sama lain, dan berdasarkan ketentuan pustaka.
  • Perbanyak sumber bacaan agar kualitas penelitian semakin baik.
  • Studi pustaka harus sesuai dengan keterkaitan dari permasalahan yang ada.
  • Teori bukan merupakan pendapat pribadi yang tidak tercatat dibuku, tetapi haruslah kutipan dari sebuah buku.
  • Panduan atau patokan dari sebuah kerangka teori berlaku pada penelitian apapun.

Setelah mengetahui poin-poin penting tersebut, maka Anda sudah bisa melanjutkan dengan membuat konstruksi landasan teori. Yaitu, dengan memahami variable penelitian, menjelaskan variable dalam bentuk konsep yang mendukung rumusan masalah pada penelitian, serta menjelaskan variable tadi dalam konsep yang sesuai dengan hipotesa penelitian tersebut. Itulah dasar membuat konstruksi landasan teori.

Contoh Landasan Teori

Contoh Landasan Teori

Dengan teknik penyusunan tadi yang menjelaskan beberapa poin penting, maka cara membuat landasan teori sudah menjadi lebih mudah. Landasan teori dimulai dari kerangka berpikir, yang merupakan inti dari teori yang akan dikembangkan tersebut dan Hipotesa. Berdasarkan dari perumusan hipotesa, maka teori bisa berkembang dan memberi pendekatan dan pemecahan dari masalahnya.

Sedangkan hipotesa merupakan langkah-langkah dalam penelitian setelah mengumpulkan dasar-dasar dari teori tersebut dan kerangka berpikirnya. Hipotesa berarti sebuah kebenaran yang masih diragukan keasliannya.

Hipotesa sendiri artinya adalah pendapat yang bersifat sementara dalam penelitian, dengan kebenaran yang masih sangat lemah dan perlu pembuktian.

Dalam menyusun sebuah landasan teori, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh penulis sekaligus peneliti. Yaitu ada baiknya seorang peneliti menggunakan pedoman menyusun landasan teori yang berkaitan erat dengan permasalahan dari penelitian yang sedang dilakukan. Dan panduan yang berasal dari penelitian sebelumnya.

Kerangka berpikir merupakan rumusan teori yang perlu dikembangkan dengan mendasari dari perumusan hipotesa sehingga bisa dikembangkan lagi. Sebagai contoh untuk sebuah landasan teori, kerangka berpikir ini termasuk salah satu poin penting dalam membentuk perumusan dan pemecahan masalah.

Setelah melihat contoh cara membuat landasan teori, serta memahami syarat-syarat pembuatannya maka hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk dijadikan acuan sebagai teori atau hipotesa yang akan dianalisa dan dijadikan landasan teori.

Fungsi Landasan Teori

Fungsi Landasan Teori

Mengapa sebuah teori penting dalam melakukan penelitian, karena teori yang akan memberikan konsep yang sesuai dan sudah relevan, dan membantu memberi arti dari data yang sudah didapatkan. Fungsi dari landasan teori sebelum memulai cara membuat landasan teori adalah pada umumnya, yaitu sebagai berikut.

  • Untuk merangkum dan menyusun data dan ilmu pada suatu bidang tertentu.
  • Memberikan keterangan sementara mengenai sebuah peristiwa dan hubungannya yang sedang diperhatikan.
  • Juga berfungsi untuk merangsang perkembangan mengenai ilmu pengetahuan baru dengan member arahan pada penelitian berikutnya.

Landasan teori sering menjadi panduan seseorang dalam melakukan sebuah penelitian. Sudah diketahui lebih dalam, bahwa landasan teori saling terkait dan tidak bisa diselesaikan pada sebuah penelitian dikarenakan perlunya memperdalam materi sebagai panduan.

Mengetahui fungsinya membuat pembentukan landasan teori tersebut memiliki panduan mudah dan lebih terarah dalam hal menyusun tiap-tiap poinnya. Yang terpenting adalah elemen-elemen atau unsur dalam membuat landasan teori tersebut tidak boleh kurang atau dikurangi, karena pemecahan masalahnya tidak akan terselesaikan dan penelitian pun tidak berjalan maksimal.

Manfaat Teori Dalam Penelitian

Manfaat Teori Dalam Penelitian

Sebuah teori pasti mempunyai peran dan kegunaan dalam sebuah penelitian. Ada sebuah keterkaitan antara kegiatan dalam berlangsungnya penelitian dengan manfaat atau kegunaan landasan teori tersebut terbagi menjadi tiga manfaat penting, antara lain :

  • Mengklarifikasi dan mempertajam ruang lingkup yang ada
  • Sebagai panduan dan perkiraan dengan cara menemukan sebuah fakta penting untuk merumuskan hipotesa,
  • Mengatur alat penelitian yang didasari dengan prediksi
  • Untuk membahas hasil dari penelitian yang sudah dilakukan dengan membuat komentar dan saran mengenai pemecahan dan solusi dari maasalah tersebut.

Pada hakikatnya, teori bukan hanya sangat berguna tapi juga sudah menjadi bagian penting dari penelitian tersebut. Oleh karena itu, dalam petunjuk cara membuat landasan teori ini, dasar-dasar teori perlu dipertajam lagi. Agar membantu terpecahkannya masalah yang ada melalui pendekatan-pendekatan tertentu.

Leave a Reply