Masjid Raya Bandung: Objek Wisata Religi yang Mempesona

Cobalah datang ke Masjid Raya, jika ingin berwisata religi di Bandung, sebuah masjid megah dan cukup populer di kota kembang ini. Masjid ini cukup menarik untuk dijadikan tempat wisata sekedar berkumpul bersama keluarga. Layaknya piknik di taman, area halaman Masjid Raya Bandung terasa sejuk dan segar.

Karena sudah menjadi ikon kota Bandung, maka masjid ini menjadi viral dan membuat banyak pengunjung datang untuk sekedar rekreasi di halaman depan masjid. Sehingga, kalau pada saat weekend jangan heran jika Anda melihat pemandangan banyak orang yang seperti sedang piknik di depan masjid ini.

Sejarah Masjid Raya Bandung

sejarah masjid raya bandung

Pada jaman dulu, Masjid Raya Bandung ini masih dikenal dengan nama masjid Agung Bandung yang dibangun pada tahun 1810. Dan diresmikan sebagai Masjid Raya Bandung pada 4 Juni 2003 oleh Gubernur Jawa Barat pada masa itu yaitu H. R Nuriana, setelah mengalami perombakan besar. Dibangunnya pertama kali masjid ini berbarengan dengan pindahnya pusat kota Bandung dari krapyak.

Sekitar tahun 1825, pernah terjadi sebuah tragedi kebakaran di alun-alun Bandung tersebut. Hingga satu tahun berikutnya, akhirnya bangunan masjid dirombak dan diubah dengan menggunakan material kayu.

Perombakan berikutnya dilakukan pada tahun 1850 bersamaan dengan pembangunan jalan yang sekarang dikenal dengan jalan asia afrika, dulunya bernama jalan Groote Postweg. Masjid Raya Bandung yang sekarang bercorak Arab meman menggantikan masjid Agung yang dulu bercorak Sunda.

Dan ternyata, masjid ini juga diminati atau membuat tertarik wisatawan mancanegara, karena masjid ini juga mempunyai pesona sebuah wisata religi yang tak ternilai.

Alamat Lokasi Masjid Raya Bandung

alamat masjid raya bandung

Masjid Raya Bandung ini terletak di alun-alun kota Bandung, ruas jalan Asia Afrika pusat kota Bandung. Lokasi dari masjid ini sangat mudah dicari dan ditemukan, karena memang bangunannya dikelilingi oleh bangunan-bangunan lain yang juga sangat dikenal. Seperti tidak jauh dari masjid juga terdapat Gedung Merdeka dan Hotel Preanger pada ruas jalan yang sama.

Bangunan bersejarah bagi bangsa Indonesia, berada di sekitar masjid yang megah dan juga bersejarah. Dan lokasi masjid ini juga tidak jauh dari beberapa obyek wisata seperti museum Asia Afrika, jalan Braga, dan hotel Savoy Homann.

Arsitektur Masjid Raya Bandung

Arsitektur Masjid Raya Bandung

Masjid ini pertama kali dibangun dengan bentuk panggung tradisional sederhana, dengan tiang kayu, dinding anyaman bambu serta atap rumbia yang dilengkapi dengan kolam besar sebagai tempat berwudhu.

Setelah itu, masjid mengalami perombakan dan perluasan atas. Seperti atap yang diganti dengan genteng ataupun dinding yang diganti dengan batu bata. Masjid ini memang mengalami perubahan dan renovasi secara bertahap.

Bentuk kemegahan Masjid Raya Bandung ini sampai membuat pelukis dari Inggris untuk mengabadikan dalam sebuah lukisan. Pelukis tersebut bernama W Spreat pada tahun 1952, dalam lukisan terlihat sebuah bangunan dengan atap limas besar yang memiliki susun tiga tinggi ke atas yang disebut oleh masyarakat sebagai bale nyungcung.

Perombakan yang dilakukan pada tahun 1875 adalah penambahan pondasi serta pagar dari tembok yang mengelilingi masjid. Karena masjid yang dulunya bernama masjid Agung Bandung ini makin kesini makin banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan serta sebagai tempat dilakukannya akad nikah, maka bangunan akan dibuat lebih lengkap lagi.

Untuk perombakan total yang terakhir yang dilakukan pada tahun 2001, masjid ini melibatkan 4 arsitek lokal, yaitu Ir. H  . Keulman, Ir. H.Nu’man, Ir. H. Arie Atmajaya, dan Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Dengan menata ulang area masjid dan dibuat terintegrasi dengan alun-alun kota. Dengan begitu, tidak heran kalau masjid ini menjadi semakin indah karena mengalami beberapa kali renovasi yang bertahap.

Fasilitas Masjid Raya Bandung

Di lingkungan sekitar masjid juga terdapat beberapa fasilitas yang mendukung semua kegiatan di masjid. Karena, banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain beribadah yaitu kegiatan keagamaan, wisata religi hingga juga bisa sebagai tempat nonton bioskop yang terletak di sekitaran masjid. Beberapa fasilitas tersebut antara lain:

1. Menara Kembar

menara masjid raya bandung

Masjid Raya Bandung ini juga memiliki dua menara kembar baik di sisi kanan maupun di sisi kiri masjid. Menara yang memiliki ketinggian 81 meter ini selain sebagai panggilan untuk salat juga bisa berfungsi untuk melihat keindahan kota Bandung.

Tempat ini dibuka hanya hari Sabtu dan Minggu. Bahkan, juga bisa melihat keindahan tempat Tangkuban Perahu dari menara ini dengan sudut pandang 360 derajat. Fasilitas yang satu ini merupakan satu daya tarik tersendiri bagi masjid untuk menarik pengunjung datang, sehingga masjid ini tidak pernah sepi.

Untuk menuju menara disediakan sebuah lift yang berbayar dengan loket. Untuk membeli tiketnya tersebut berada tidak jauh dari lift dan biaya tiket masuk yang dikenakan sebesar 7 ribu rupiah perorang. Ketentuan untuk ke menara tidak diperbolehkan memakai alas kaki dan membawa tas, untuk menjaga kebersihan menara masjid.

Untuk kubahnya sendiri masjid raya bandung ini memiliki 3 kubah, dengan diameter kubah mencapai 30 meter, ukuran yang cukup besar untuk sebuah kubah. Kubah masjid raya bandung ini dibuat dengan bahan enamel dengan kualitas terbaik. Apakah anda tahu berapa harga kubah masjid raya bandung ? Tentu harganya akan sangat mahal sekali.

2. Area Alun-alun

alun alun masjid raya bandung

Bagian area alun-alun ini memang sebenarnya ada dalam satu area dengan masjid, sehingga seperti menjadi bagian dari masjid. Dengan bentuk seperti sebuah lapangan beralaskan rumput sintetis yang ada di keseluruhan pelataran masjid. Tempat seperti alun-alun inilah yang menjadi salah satu daya tarik atau spot wisata menarik bagi pengunjung. Karena, bermain di atas rumput sintetis cukup mengasyikkan dan tidak membuat kotor. Dan tidak sedikit yang memanfaatkan untuk menjadi tempat swafoto yang menarik.

3. Sarana Masjid

Selain dua fasilitas khusus di atas, masjid ini juga difasilitasi oleh beberapa sarana standar sebuah masjid. Seperti, area parkir, sarana ibadah, tempat wudhu, toilet, ruang belajar,taman, kantor sekretariat, perpustakaan serta semua perlengkapannya. Bahkan, juga terdapat toko dan aula serbaguna.

4. Fasilitas Poliklinik dan Koperasi

Ternyata masjid ini juga difasilitasi adanya poliklinik dan koperasi, dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Dengan begitu, sedikit lebih lengkap fasilitas yang disediakan masjid ini.

Jam Buka Masjid Raya Bandung

jam buka masjid raya bandung

Pada dasarnya sebuah masjid terbuka untuk umum selama 24 jam, begitupun untuk masjid ini. Namun, Masjid Raya Bandung sebagai spot wisata menarik di wilayah Bandung memang memiliki jadwal untuk pengunjung yang dibuka mulai dari jam 10 pagi hingga 4 sore.

Khusus pada bagian menara hanya dibuka pada hari sabtu dan minggu saja. Namun, tempat ini memang tidak pernah sepi atau kehilangan pengunjung, malah semakin ramai. Baik dengan kegiatan keagamaan yang diadakan di masjid maupun sekedar berwisata.

Melihat Masjid Raya Bandung sekarang ini, mungkin Anda berpikir masjid ini sudah kelihatan sangat indah seperti sekarang dari awal. Padahal, semuanya melalui proses mulai dari proses penggantian nama hingga proses renovasi.

Sekarang, masyarakat Bandung sudah langsung bisa menikmati yang sudah berbentuk megah dan indah ini dengan segala fasilitas yang ada. Jadi bisa diurutkan perjalanan wisata di masjid ini, dimulai dari melihat keindahan melalui menara kembar yang sangat tinggi dilanjutkan dengan bersantai di alun-alun sambil menikmati makanan.

Itulah tadi penjelasan mengenai masjid raya bandung yang dirangkum dari berbagai sumber website seperti di https://www.anugerahkubah.co.id. Semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah informasi maupun wawasan anda.

Leave a Reply