Sistematika Penulisan Makalah yang Baik dan Benar

Sebagai pelajar mendapatkan tugas membuat makalah bukan lagi hal yang asing. Namun kerap kali saat mengajukan tugas, makalah mendapatkan nilai yang tidak maksimal. Bahkan ada juga yang makalahnya sampai dikembalikan oleh guru atau dosen yang memberikan tugas. Bukan karena materi makalah yang salah atau kurang matang. Melainkan karena pelajar memberikan makalah dengan susunan yang keliru atau kurang lengkap. Pada artikel kali ini, saya akan membahas sistematika penulisan makalah yang tepat.

Pengertian Makalah

Pengertian Makalah

Dalam menyusun makalah ada beberapa bagian yang tidak boleh dilupakan. Seperti kerangka pembahasan, bahasa yang dipakai, eyd, susunan  makalah, format halaman, penempatan contoh gambar, ukuran tabel, dan banyak lagi. Sebelum membahas lebih jauh tentang makalah, ada baiknya memahami apa yang disebut dengan makalah. Makalah tidak sama dengan paper ataupun jurnal ilmiah, karena ketiganya merupakan karya tulis dengan tujuan serta karakter yang tidak sama.

Makalah merupakan karya tulis resmi yang sengaja disusun untuk membahas suatu topik. Sebagai bentuk dari hasil tanggung jawab seseorang ketika melakukan penyusunan informasi ataupun penelitian terhadap suatu tema. Makalah biasa dikerjakan sebagai bentuk akhir tugas pelajar. Menjadi bukti tertulis bahwa pelajar memahami benar apa yang dipelajari selama ini.

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

Karena pentingnya pemahaman akan makalah, tidak sedikit para ahli yang tergelitik untuk turut menyampaikan pengertian makalah versi mereka. Dengan mempelajari artian makalah lebih dalam, maka definis akan makalah menjadi lebih luas. Berikut ini adalah pengertia makalah menurut para ahli:

  • W.J.S Poerwadarminta, 1994.

Mengatakan bahwa makalah adalah uraian tertulis yang membahas suatu masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.

  • Tanjung dan Ardial

Menjelaskan bahwa makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif.

  • Badan Standarisasi Nasional (BSN)

Menjelaskan untuk dapat digolongkan sebagai makalah, maka karya tulis harus memenuhi beberapa persyaratan.  Makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah.

Perbedaan Makalah Dengan Paper dan Jurnal Ilmiah

Perbedaan Makalah Dengan Paper dan Jurnal Ilmiah

Proses penyusunan makalah adalah dengan membuat literatur yang telah terkaji berdasarkan informasi laporan kegiatan lapangan. Makalah disusun untuk menjadi bahan presentasi pada suatu pertemuan seperti seminar terbuka, sidang program studi, diskusi suatu kelompok studi, rapat tertutup. Bagian utama dalam makalah ada 3 bagian yaitu, pendahuluan, isi dan kesimpulan makalah.

Sementara dalam pembuatan karya tulis dalam bentuk paper memiliki tujuan yang berbeda. Paper dibuat sebagai bentuk dokumentasi dari sebuah penelitian yang masih original. Paper sendiri terbuka untuk dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan informasi dari laporan pertama. Dalam membuat paper ada 3 pokok utama yang harus dibahas, yaitu: Topik, data dan argumen ilmiah.

Untuk membuat jurnal ilmiah tidak bisa sembarangan. Ada tahap pre review sebagai bentuk proses penyeleksian jurnal ilmiah untuk memeriksa kelayakan jurnal sebelum dipublikasi. Proses pre review harus dilakukan oleh para ahli dan profesional dibidang yang akan diperiksa. Dalam satu jurnal ilmiah, terdapat kumpulan karya ilmiah seperti makalah dan paper yang telah diterbitkan.

Jenis-Jenis Makalah

Jenis-Jenis Makalah

Tidak semua orang mengetahui bahwa makalah juga memiliki kategori nya. Berikut ini adalah jenis-jenis dari makalah.

  • Makalah Deduktif, penulisan makalah deduktif berdasarkan pemahaman teoristis yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan dalam topik yang diangkat kedalam karya ilmiah.
  • Makalah Induktif, penulisan makalah ini bersifat objektif namun tetap valid dalam menyampaikan data karya ilmiah. Sebab data dikumpulkan dari informasi kerja lapangan merupakan data empiris yang relevan.
  • Makalah Campuran, Makalah campuran dituliskan menggunakan acuan pemahaman teristis dan data empiris. Karena makalah ini merupakan kombinasi antara makalah deduktif dan induktif.
  • Makalah Ilmiah, makalah ini bukanlah penulisan yang dihasilkan oleh opini dan prespektif pribadi penulis makalah. Karena penulisan yang berdasarkan pendapat pribadi sifatnya adalah subyektif. Sementara makalah ilmiah membuat karya tulis yang menggunakan sumber studi ilmiah.
  • Makalah Kajian, makalah ini berisiskan pemecahan terhadap suatu masalah yang trending dan bersifat kontroversial.
  • Makalah Posisi, makalah ini dibuat atas permintaan dari salah satu pihak. Fungsi dari makalah ini sebagai upaya lain menemukan pemecahan masalah yang kontroversial. Dalam prosesnya makalah ini tetap dibuat berdasarkan informasi dan prosedur karya ilmiah.
  • Makalah Analisis, karya ilmiah ini ditulis berdasarkan sudut pandang obyektif dan kajian empiris.
  • Makalah Tanggapan, tujuan dari penulisan makalah ini sebagai tanggung jawab seseorang terhadap penyelesaian mata kuliahnya.

Pemilihan Topik Makalah

Pemilihan Topik Makalah

Saat menulis makalah topik harus dimiliki sebagai acuan penulisan karya ilmiah. Topik makalah membuat penulisan tidak melebar keluar dari jalur. Topik  bisa didapatkan dari penjelasan latar belakang masalah. Perlu dipahami bila latar belakang makalah merupakan alasan mengapa karya ilmiah tersebut dilakukan.

Dalam menetukan topik, sebaiknya dipilih tema yang bisa menarik minat karena mengangkat pembahasan tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal tersebut disarankan karena bisa membantu khalayak umum untuk mendapatkan manfaat dari makalah yang ditulis. Intinya makalah haruslah berisi ilmu, pembahasan dan jalan keluar atas fenomena yang terjadi. Topik makalah yang umumnya diambil berputar pada bidang akademik seperti teknologi, biologi, ekonomi, pemerintahan, sejarah dan banyak lagi.

Penulis diharuskan menguasai dengan benar kajian masalah dari topik yang dibahas. Pastikan juga bahwa sumber informasi seperti literatur dan data empiris dapat mudah diakses kedepannya. Dalam proses penulisan makalah topik berperan penting. Agar makalah tidak berhenti ditengah jalan, maka penulis wajib mengkaji apakah makalah memberi manfaat pada saat nanti rampung dan diterbitkan.

Gaya Bahasa Penulisan Makalah

Gaya Bahasa Penulisan Makalah

Jika anda memutuskan menulis makalah dalam bahasa Indonesia. Maka pastikan setiap kalimat ditulis dengan susunan bahasa dan ejaan yang sudah disempurnakan. Namun apabila makalah yang ditulis mencakup level internasional, maka wajib menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Pada tahap penulisan, bahasa pengantar sangat menentukan kualitas dan mutu dari makalah itu sendiri. Penulis harus memperhatikan susunan kata, ejaan, tanda baca yang digunakan dalam karya ilmiah. Karena kalimat yang ditulis dengan benar jelas membantu pembaca memahami isi dari makalah tersebut.

Tersampaikan maksud dari penulisan, menghindarkan salah tafsir, materi yang dijabarkan pun dapat ditarik esensinya oleh pembaca. Perlu digaris bawahi, makalah yang bagus tidak ditandai dengan panjangnya kalimat. Meainkan bahasa karya ilmiah tersebut baku, tepat sasaran dan tidak berbelit tanpa melupakan unsur informatif di dalamnya. Penambahan contoh yang relevan konkret juga memberi kekuatan terhadap sebuah karya ilmiah.

Format Pembuatan Makalah

format Pembuatan Makalah

Setelah membahas tentang topik dan gaya bahasa. Tahapan selanjutnya adalah format pembuatan makalah. Berikut ini adalah format susunan kerangka makalah.

  • Sampul Makalah, pada sampul informasi yang harus dicantumkan adalah nama penulis, lambang institusi, keterangan waktu dan tahun makalah diterbitkan. Penulisan nama harus lengkap tanpa mencantumkan nama gelar. Cantumkan juga program studi atau keterangan profesi dari penulis.
  • Abstrak, pada makalah abstrak diletakan pada halaman pertama. Dalam penulisan abstrak berbahasa Indonesia maksimum kata adalah 250 kata. Sementara jika makalah ditulis dalam bahasa Inggris maksimum adalah 200 kata. Abstrak berisi ringkasan rangkuman tentang tujuan penelitian, mencantumkan metode dan hipotesa penulis. Abstrak harus mengandung kata kunci dalam penulisan makalah, tidak boleh menggabungkan bahas asing ke dalam makalah berbahasa Indonesia.
  • Daftar Isi, berisi informasi halaman dalam makalah. Pada halaman ini setiap halaman, bab dan su-bab harus ditulis terperinci. Karena daftar isi akan memudahkan pembaca mencari letak informasi yang dicari.
  • Kata Pengantar, bagian ini membahas isi makalah secara umum. Tujuannya membantu pembaca memperoleh gambaran isi dari makalah tersebut. Biasanya penulis mencantumkan ucapan syukur dan terima kasih kepada pihak yang mendukungnya dalam proses merampungkan makalah.
  • Pendahuluan, berada di awal  topik penelitian karya ilmiah. Pembahasannya berisi sudut pandang penulis. Pendahuluan tidak perlu ditulis terlalu mendalam, cukup menyantumkan esensi umum makalah saja.
  • Latar Belakang, merupakan bagian yang menjelaskan permasalahan dari tujuan penulisan makalah. Alasan mengapa topik tersebut harus dilakukan penelitian dan analisa yang dituangkan kedalam karya ilmiah.
  • Rumusan Masalah, berisi pokok persoalan yang dituangkan kedalam makalah. Disinilah setiap poin-poin dari permasalahan akan dijabarkan secara singkat dan jelas. Permasalahan harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan secara mengerucut agar lebih spesifik dan menjurus.
  • Tujuan Pembahasan, penulis menjabarkan manfaat dari penulisan makalah. Manfat berisikan kesimpulan dan konfirmasi dari penjabaran tentang hipotesa yang ditulis di awala pembuatan makalah.
  • Isi, uraian terhadap topik makalah yang menjelaskan permasalahan, alasan penelitian dilakukan, metode apa yang digunakan untuk memecahkan masalah, tempat dan sasaran penelitian, serta menjabarkan data-data empiris yang diperoleh selama proses penelitian.
  • Kesimpulan, berisi penjabaran dari hasil penulisan karya ilmiah yang telah disusun. Kesimpulan dapat disesuaikan dengan penjabaran hipotesa awal, namun tidak menutup kemungkinan dari hipotesa awal bisa menghasilkan pemikiran yang baru.
  • Saran, ini adalah bagian dari kesimpulan penulis yang disampaiakan kepada pembaca.
  • Penutup, penulis menuliskan harapannya kepada pembaca agar makalah bisa berguna dan memberi manfaat bagi pembacanya.
  • Daftar Pustaka, bagian ini berisikan daftar refrensi yang dipakai penulis dalam menyusun makalah. Paling sedikit berisi 25 daftar refrensi.

Demikian artikel tentang sistematika penulisan makalah. Semoga informatif dan berguna bagi pembaca.

Leave a Reply