Penulisan Nama Gelar yang Baik dan Benar

Menuliskan nama gelar seseorang dalam bidang pendidikan level apapun akan menujukkan profesi atau keahlian bidang studi apa yang mereka miliki. Cara penulisan gelar walau terlihat sederhana sangat besar dampaknya bagi pemilik gelar tersebut. Penempatan nama gelar yang tepat bisa memudahkan orang lain untuk tidak salah dalam menebak profesi seseorang. Disejumlah daerah memiliki gelar pendidikan bisa menentukan level seseorang dalam tingkat strata masyarakat.

Menulis Gelar Harus Sesuai Ejaan

Menulis Gelar Harus Sesuai Ejaan

Gelar akademik bisa juga ditulis dalam bentuk singkatan. Singkatan dalam penulisan gelar berupa beberapa huruf kependekan pada bagian depan atau belakang nama. Dalam menyematkan nama gelar terdapat beberapa peraturannya sendiri dan harus menggunakan ejaan yang sempurna. Maka untuk mempermudah pemahaman masyarakat terhadap penulisan gelar. Diciptakan pedoman khusus teknik serta aturan menulis gelar untuk meminimalisir kekeliruan.

Bagi masyarakat luas panduan penulisan nama gelar awalnya tidak terlalu diperhitungkan. Namun seiring berjalannya waktu masyarakatpun merasa risih apabila ketidak mengertian mereka berlanjut. Maka diakui panduan dan teknik menulis yang disediakan oleh pemerintah sangat membantu. Penulisan gelar di Indonesia harus disesuaikan dengan standar penulisan EYD.

Panduan Menulis Gelar

Panduan Menulis Gelar

Berikut ini adalah tata cara penulisan nama gelar yang benar sesuai dengan panduan.

  1. Setiap menulis gelar profesi disematkan pada bagian depan sebelum nama pemilik gelar atau bisa juga pada akhiran nama pemilik tersebut.
  2. Pada penulisan nama gelar yang disingkat, harus menempatkan tanda titik untuk memisahkan satu huruf dengan huruf lainnya sebagai tanda sambung singkatan gelar.
  3. Sementara pada penempatan nama pemilik gelar dipisahkan dengan tanda koma, antara nama dengan gelar profesi.
  4. Apabila gelar yang dimiliki lebih dari satu, maka dalam penulisan gelar harus dipisahkan juga dengan tanda koma. Seperti Anggitasari, S.H, S.Kom

Contoh Cara Penulisan Gelar Diploma

ntoh Cara Penulisan Gelar Diploma

Umumnya nama gelar diperoleh karena seseorang telah menyelesaikan suatu program studi di Universitas. Seperti ragam penulisan gelar pada program diploma.

  • Bagi seseorang yang sudah menyelesaikan program Diploma Satu (D1), Ahli Pratama penulisan sigkatan gelarnya adalah A.P,
  • Kemudian untuk penulisan nama gelar Diploma Dua (D2), yaitu Ahli Muda ditulis singkatannya A.Ma
  • Pada program Diploma Tiga (D3), dengan gelar sebagai Ahli Madya: A.Md, kemudian sebagai Ahlim Madya pada bagian belakang gelar dapat ditambahkan kategori program studi yang telah ditempuh. Contoh:
  • Ahli Madya Pendidikan ( A.Md.PD) : Anggitasari, A.Md.PD
  • Ahli Madya Keperawatan (A.Md.Kep) : Anggitasari, A.Md.Kep
  • Ahli Madya Kesehatan (A.Md.Kes) : Anggitasari, A.Md.Kes
  • Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Bid) : Anggitasari, A.Md.Bid
  • Ahli Madya Parwisata (A.Md.Par) : Anggitasari, A.Md.Par
  • Ahli Madya Komputer (A.P.Kom) : Anggitasari, A.Md.Kom
  • Ahli Muda Perpustakaan (A.Ma.Pust) : Anggitasari, A.Ma.Pust
  • Ahli Muda Pendidikan (A.Ma.Pd) : Anggitasari, A.Ma.Pd
  • Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Ak) : Anggitasari, A.Ma.Ak
  • Ahli Madya Farmasi (A.Md. Far) : Anggitasari, A.Md.Far
  • Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb) : Anggitasari, A.Md.Keb
  • Ahli Madya Kesehatan Gigi (A.Md.K.G) : Anggitasari, A.Md.K.G

Contoh Cara Penulisan Gelar Sarjana

Contoh Cara Penulisan Gelar Sarjana

Penulisan nama gelar pada pendidikan sarjana, menunjukkan program studi apa yang seseorang telah selesaikan. Nama gelar pendidikan sarjana luar negeri dengan sarjana dalam negeri berbeda. Selain itu gelar sarjana pun memiliki perbedaan level, sarjana strata satu (S1), sarjana strata dua (S2) hingga sarjana strata tiga (S3).

Berikut ini adalah contoh penulisan gelar untuk sarjana strata satu dalam negeri.

  1. Sarjana Agama (S.Ag) : Meta, S.Ag
  2. Sarjana Pendidikan (S.Pd) : Meta, S.Pd
  3. Sarjana Sains (S.SI) : Meta, S.SI
  4. Sarjana Psikologi (S.Psi) : Meta, S.Psi
  5. Sarjana Humaniora (S.Hum) : Meta, S.Hum
  6. Sarjana Komputer (S.Kom) : Meta,S.Kom
  7. Sarjana Seni (S.Sn) : Meta, S.Sn
  8. Sarjana Peternakan (S.Pt) : Meta,S.Pt
  9. Sarjana Teologi Islam (S.Th.I) : Meta, S.Th.I
  10. Sarjana Kesehatan (S.Kes) : Meta, S.Kes
  11. Sarjana Sosial (S.Sos) : Meta, S.Sos
  12. Sarjana Karawitan (S.Kar) : Meta,S.Kar
  13. Sarjana Filsafat (S.Fhil): Meta,S.Fhil
  14. Sarjana Teknik (S.T.) : Meta, S.T.
  15. Sarjana Pertanian (S.P.) : Meta, S.P
  16. Sarjana Sastra (S.S.) : Meta, S.S
  17. Sarjana Hukum (S.H.) : Meta, S.H
  18. Sarjana Ekonomi (S.E.) : Meta, S.E
  19. Sarjana Teologi Kristen (S.Th.K.) : Meta, S.Th.K
  20. Sarjana Ilmu Politik (S.I.P) : Meta, S.I.P
  21. Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M.) : Meta, S.K.M
  22. Sarjana Hukum Islam (S.H.I) : Meta, S.H.I
  23. Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) : Meta, S.Sos.I
  24. Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) : Meta, S.Pd.I

Sementara penulisan gelar sarjana strata satu dari luar negri disebut sebagai Bachelor. Penulisan gelar bachelor akan ditambakan program studi yang telah diselesaikan. Berikut ini adalah contoh penulisan gelar : Bachelor of Arts (B.A), Bachelor of Medicine (B.M), Bachelor of Divinity (B.D), Bachelor of Agriculture (B.Ag), Bachelor of Education (B.E), Bachelor of Science (B.Sc).

Contoh Serta Pengertian Gelar Magister

ontoh Serta Pengertian Gelar Magister

Penulisan gelar bagi seseorang yang sudah menyelesaikan pendidikan program studi strata dua (S2) di dalam negri, berbeda dengan gelar di luar negri. Strata dua luar negri adalah Master dan gelar S2 dalam negri adalah Magister. Berikut adalah penulisan gelar magister : Magister Agama (M.Ag), Magister Pendidikan (M.Pd), Magister Sains (M.Si), Magister Psikologi (M.Psi), Magister Humaniora (M.Hum), Magister Komputer (M.Kom), Magister Seni (M.Sn), Magister Teknik (M.T), Magister Hukum (M.H), Magister Manajemen (M.M), Magister Kesehatan (M.Kes), Magister Pertanian (M.P), Magister Fhilsafat (M.Fhil), Magister Ekonomi (M.E), Magister Hukum Islam (M.H.I), Magister Filsafat Islam (M.Fil.I), Magister Ekonomi Islam (M.E.I), Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I).

Sekarang ini untuk penulisan gelar strata dua dari dalam negri sudah semakinmudah. Sebab tinggal menambahkan gelar doktor pada bagian depan nama pemilik gelar. Sayangnya, penulisan gelar doktor dengan dokter seringkali tertukar. Tertukarnya penulisan gelar bisa mengakibatkan salah tafsir profesi seseorang. Misalkan Doktor Anggita, Dr. Anggita jelas berbeda dengan Dokter Anggita, dr. Anggita.

Masyarakat sering bingung saat menulis atau mengartikan kedua gelar tersebut. Sebenarnya perbedaan dari kedua gelar tersebut cukup mencolok, sehingga jika dierhatikan dengan seksama tentu terlihat bedanya. Di samping itu gelar doktor kehormatan atau Doktor Honoris Causa juga berbeda artinya dengan gelar Doktor biasa.

Doktor Honoris Causa adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh pihak perguruan tinggi kepada seseorang yang telah membrikan kontribusi pengetahuan baru. Baik itu melalui penelitiannya ataupun melalui teori dan penemuannya. Intinya apa yang ditemukan haruslah memberi kemudahan bagi teknologi ataupun sistem pengetahuan yang sedang berjalan.

Untuk mendapatkan gelar doktor seseorang harus menyelesaikan tesisnya terlebih dahulu. Tesis yang melalui serangkaian proses dinyatakan layak untuk lulus. Maka secara otomatis gelar doktor dapat dimiliki. Sementara gelar doktor kehormatan tidak demikian. Karena perguruan tinggi manapun berhak memberikan gelar kehormatan kepada seseorang yang dianggap telah memberi inovasi dan kontribusi pada dunia pendidikan, teknologi dan pengetahuan.

Demikian penjelasan tentang penempatan nama gelar pendidikan bagi seseorang. Semoga membantu!

Leave a Reply